sharing informations, making relationship, and working together... COME And JOIN Me!!!
Friday, March 6, 2009
Cukup: Syukuri Apa yang Dimiliki
Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan hidungnya. Diambilnya beberapa ember untuk menampung uang kaget itu. Setelah semuanya penuh, dibawanya ke gubuk mungilnya untuk disimpan di sana . Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya. Masih kurang! Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya. Belum cukup, dia membiarkan mata air itu terus mengalir hingga akhirnya petani itu mati tertimbun bersama ketamakannya karena dia tak pernah bisa berkata "CUKUP".
Hampir semua pegawai merasa gajinya belum sepadan dengan kerja kerasnya. Pengusaha merasa pendapatan perusahaannya masih di bawah target. Istri mengeluh suaminya kurang perhatiana atau sebaliknya. Anak-anak menganggap orangtuanya kurang murah hati. Semua merasa kurang dan kurang. Kapankah kita bisa berkata "CUKUP"?
"Cukup" tidak bisa diukur dengan berapa kekayaan materi yang dimiliki. Mengapa demikian?? Karena "cukup" adalah persoalan kepuasan hati. "Cukup" adalah kata yang hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa mensyukuri.
Tak perlu takut berkata "cukup". Mengucapkan kata "cukup" bukan berarti kita berhenti berusaha dan berkarya. "Cukup" jangan diartikan sebagai kondisi stagnasi, mandeg dan berpuas diri... Mengucapkan kata "cukup" membuat kita melihat apa yang telah kita terima, bukan apa yang belum kita dapatkan. Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit berkata "cukup". Belajarlah mencukupkan diri (mensyukuri) dengan apa yang ada pada diri kita hari ini, maka kita akan menjadi manusia yang berbahagia.
Vacancy: MissionCARE
- Web-Admin: D-3 desain lisensi Adobe, Macromedia dan mengerti konsep HTML dan Web menggunakan Macromedia Dreamweaver.
- Sekretaris: wanita, S-1 Administrasi, atau D-3 Akademi Sekretaris.
- Staf penerbitan majalah: menguasai operasi desain grafis.
- Staf keuangan: wanita, menguasai akunting.
Kompleks Pasifik Plasa
Blok B-1 no. 18, Jl. Boulevard Barat Raya,
Kelapa Gading, Jakarta Utara – 14240
Thursday, March 5, 2009
Baiknya Memaafkan
Mereka diminta untuk membawa kantung bening itu siang dan malam. Ke mana saja, harus mereka bawa, selama satu minggu penuh. Kantung itu harus ada di sisi mereka kala tidur, diletakkan di meja saat belajar, dan ditenteng saat berjalan.
Lama-kelamaan kondisi kentang itu makin tak menentu. Banyak dari kentang itu yang membusuk dan mengeluarkan bau yang tak sedap. Hampir semua anak mengeluh dengan pekerjaan ini. Akhirnya, waktu satu minggu itu selesai. Dan semua anak, agaknya banyak yang memilih untuk membuangnya daripada menyimpannya terus menerus.
Teman, pekerjaan ini setidaknya memberikan hikmah spiritual yang besar sekali buat anak-anak. Suka-duka saat membawa-bawa kantung yang berat akan menjelaskan pada mereka bahwa membawa beban itu sesungguhnya sangat tidak menyenangkan. Memaafkan sebenarnya, adalah pekerjaan yang lebih mudah daripada membawa semua beban itu kemana saja kita melangkah.
Ini adalah sebuah perumpamaan yang baik tentang harga yang harus kita bayar untuk sebuah kepahitan yang kita simpan dan dendam yang kita genggam terus menerus. Getir, berat, dan merupakan aroma yang tak sedap, bahkan bisa jadi itulah nilai yang akan kita dapatkan saat memendam amarah dan kebencian.
Sering kita berpikir, memaafkan adalah hadiah bagi orang yang kita beri maaf. Namun, kita harus kembali belajar bahwa pemberian itu adalah juga hadiah buat diri kita sendiri. Hadiah untuk sebuah kebebasan. Kebebasan dari rasa tertekan, rasa dendam, rasa amarah, dan kedegilan hati.
Wednesday, March 4, 2009
Kuda Sombong
Kenapa tidak ditaruh di lantai saja?” kata pemuda kota ini.“Ini makanan pokok kami yang paling berharga,” jawab ibu petani itu.“Makanan berharga? Kalau di kota, jagung hanya untuk makanan kuda,” ujarnya dengan nada sombong.Saat bis mulai memasuki jalan menurun yang berkelok-kelok, pemuda tersebut mulai terserang pusing dan mual sampai akhirnya termuntah-muntah. Rupanya pagi hari itu dia sempat sarapan bubur sayur campur jagung yang kini terlontar keluar.“Supir, berhenti! Ada kuda muntah di samping saya!” teriak ibu petani.[Kiriman: Daisy Kolanus, Jakarta/Wayne Rumambi, Colorado]
Pesan moral: Pepatah lama mengatakan, setiap kesombongan selalu ada harganya! Kerap kali kesombongan mesti dibayar dengan uang, terkadang dengan rasa malu. “Tuhan itu tinggi, namun Ia melihat orang yang hina, dan mengenal orang yang sombong dari jauh” (Mazmur 138:6)
Thursday, November 20, 2008
The Best Poem of 2006
When I born, I black
When I grow up, I black
When I go in Sun, I black
When I scared, I black
When I sick, I black
And when I die, I still black
And you white fellow
When you born, you pink
When you grow up, you white
When you go in sun, you red
When you cold, you blue
When you scared, you yellow
When you sick, you green
And when! You die , you gray
And you calling me colored?
Saturday, October 18, 2008
Sediakan Waktu...
Sediakan waktu untuk bermain dan bersantai, itulah rahasia awet muda.
Sediakan waktu untuk membaca, itulah landasan kebijaksanaan.
Sediakan waktu untuk berteman, itulah jalan menuju hidup bermakna.
Sediakan waktu untuk bermimpi, itulah yang membawa Anda ke bintang.
Sediakan waktu untuk mencintai dan dicintai, itulah hak istimewa dari Tuhan.
Sediakan waktu untuk melihat sekeliling, waktu Anda terlalu singkat untuk hidup dalam dunia Anda sendiri.
Sediakan waktu untuk tertawa, itulah musik bagi jiwa.
Sediakan waktu bersama keluarga, itulah mutiara paling indah.
Sediakan waktu pribadi bersama Tuhan, itulah sumber kekuatan.
Waktu tidak akan terulang, sekali berlalu selamanya berlalu. Pergunakan waktu dengan sebaik-baiknya.
Wednesday, October 15, 2008
Asian Youth Fellowship
The grantees will take the preparatory course will be held at the Japanese Language Institute for about 7 months in Kansai, Osaka staring from July 2009 to February 2010. After that they will be matriculated into Japanese universities as Japanese Government (Monbukagakusho) scholarship students.
Fields of study are humanities, social sciences, engineering, and natural sciences. The study area must be in the same field as the applicant has studied or currently studying.
The grant cover:
- Expenses necessary for participation in the official curriculum (transportation, teaching material, etc.)
- Meals during the program and a set amount of allowances to cover miscellaneous living expenses.
- Accommodation at the institute.
- Overseas travel insurance for disease and injury for the duration of the program.
- Round-trip, economy-class airline between the nearest Airport from your residence and Kansai International Airport (Osaka, Japan) on the most direct and economical route.
- Japanese visa as a trainee.
- Application form (3 copy)
- Photographs (4x6 cm) (3 copy)
- University diploma (3 copy)
- Transcript (3 copy)
- Reference from dean or academic advisor (1 copy)
Asia SEED Jakarta Representative
Jl. Syamsu Rizal No. 22,Menteng
Jakarta Pusat 10310
Phone: 021-985-61170
Fax: 021-316-0772
E-mail: Y. Kitamura (kitamura@asiaseed.org)
Tuesday, October 14, 2008
Call For Paper : e-Society 2009
Deadline for submissions: 20 October 2008
February 25-28, 2009 – BARCELONA, SPAIN
http://www.esociety-conf.org/
Conference Background and Goals
The IADIS e-Society 2009 conference aims to address the main issues of concern within the Information Society. This conference covers both the technical as well as the non-technical aspects of the Information Society. Broad areas of interest are eSociety and Digital Divide, eBusiness / eCommerce, eLearning, New Media and E-Society, Digital Services in eESociety, eGovernment /eGovernance, eHealth, Information Systems, and Information Management. These broad areas are divided into more detailed areas (see below). However innovative contributes that don’t fit into these areas will also be considered since they might be of benefit to conference attendees.
Format of the Conference
The conference will comprise of invited talks and oral presentations. The proceedings of the conference will be published in the form of a book and CD-ROM with ISBN, and will be available also in the IADIS Digital Library (online accessible). The best paper authors will be invited to publish extended versions of their papers in the IADIS Journal on WWW/Internet (ISSN: 1645-7641) and other selected Journals.
Types of submissions
Full and Short Papers, Reflection Papers, Posters/Demonstrations, Tutorials, Panels and Doctoral Consortium. All submissions are subject to a blind refereeing process.
Topics related to the Information Society are of interest. These include, but are not limited to the following areas and topics:
«« eSociety and Digital Divide »»
Connectivity may imply social coherence and integration. The opposite may result as well, when systematic measures are taken to exclude certain individuals or certain groups. Papers are welcomed on the next keywords:
• Social Integration
• Social Bookmarking
• Social Software
• E-Democracy
• Social Integration
«« eBusiness / eCommerce »»
May include issues relating to:
• Business Ontologies and Models
• Digital Goods and Services
• eBusiness Models
• eCommerce Application Fields
• eCommerce Economics
• eCommerce Services
• Electronic Service Delivery
• eMarketing
• Languages for Describing Goods and Services
• Online Auctions and Technologies
• Virtual Organisations and Teleworking
«« eLearning »»
May include issues relating to:
• Collaborative Learning
• Curriculum Content Design & Development
• Delivery Systems and Environments
• Educational Systems Design
. E-Citizenship and Inclusion
• eLearning Organisational Issues
• Evaluation and Assessment
. Political and Social Aspects
• Virtual Learning Environments and Issues
• Web-based Learning Communities
«« New Media and E-Society »»
May include issues relating to:
• Digitization, heterogeneity and convergence
• Interactivity and virtuality
• Citizenship, regulation and heterarchy
• Innovation, identity and the global village syndrome
• Internet Cultures and new interpretations of “Space”
• Polity and the Digitally Suppressed
«« Digital Services in E-Society »»
May include issues relating to:
• Service Broadcasting
• Political Reporting
• Development of Digital Services
• Freedom of Expression
• E-Journalism
• Open Access
«« eGovernment /eGovernance »»
May include issues relating to:
• Accessibility
• Democracy and the Citizen
• Digital Economies
• Digital Regions
• eAdministration
• eGovernment Management
• eProcurement
• Global Trends
• National and International Economies
• Social Inclusion
«« eHealth »»
May include issues relating to:
• Data Security Issues
• eHealth Policy and Practice
• eHealthcare Strategies and Provision
• Legal Issues
• Medical Research Ethics
• Patient Privacy and Confidentiality
«« Information Systems »»
May include issues relating to:
• Electronic Data Interchange (EDI)
• Intelligent Agents
• Intelligent Systems
• IS Security Issues
• Mobile Applications
• Multimedia Applications
• Payment Systems
• Protocols and Standards
• Software Requirements and IS Architectures
• Storage Issues
• Strategies and Tendencies
• System Architectures
• Telework Technologies
• Ubiquitous Computing
• Virtual Reality
• Wireless Communications
«« Information Management »»
May include issues relating to:
• Computer-Mediated Communication
• Content Development
• Cyber law and Intellectual Property
• Data Mining
• ePublishing and Digital Libraries
• Human Computer Interaction
• Information Search and Retrieval
• Knowledge Management
• Policy Issues
• Privacy Issues
• Social and Organizational Aspects
• Virtual Communities
• XML and Other Extensible Languages
Important Dates:
- Submission deadline: 20 October 2008
- Notification to Authors: 17 November 2008
- Final Camera-Ready Submission and Early Registration: Until 15 December 2008
- Late Registration: After 15 December 2008
- Conference: Barcelona, Spain, 25 to 28 February 2009
Secretariat
IADIS Secretariat - IADIS INTERNATIONAL CONFERENCE E-SOCIETY 2009
Rua Sao Sebastiao da Pedreira, 100, 3
1050-209 Lisbon, Portugal
E-mail: secretariat@esociety-conf.org/
Web site: http://www.esociety-conf.org/
Learning 2008
2008 is a year of change, turbulence and opportunity. I would like to personally invite you to be a part of Learning 2008 on October 26-29,2008 in Orlando Florida. This is a unique gathering of learning colleagues from around the world.
Learning 2008 is designed by and for learning implementers. Let's embrace the future, while being realistic about the difference between "hype" and effectiveness. Learning 2008 is "All About Learning". Classroom, e-Learning, Gaming, Coaching and even Reading Books. Learning 2008 is also a lot of fun. In these challenging times, it is great to be able to learn, laugh and network our way to solutions for our organizations and careers.
Take advantage of our Early Registration Discount and become part of our Design Team for Learning 2008.
Yours in learning,
Elliott Masie
Friday, October 10, 2008
Vacancy : Senior Consultant
SENIOR CONSULTANT ISO
- Male / Female
- Minimum Bachelor Degree in Engineering.
- Candidates must have Minimum 4 years deeply experience in Quality Management consulting / trainner in automotive, telecommunication, oil & gas industry.
- Candidates must have best competency for ISO 9001, 14000, OSHAS / HSE, HACCP, SPC,TS 16969, TQM,FMEA, K3, balanced score card, Six sigma,
- Experience in Business Continuity Planning is good advantage
- Age 28 - 42 years old
- Good English Oral and Written
- Familiar in understanding in requirement / regulation in industry
- Effectively communication & presentation, good team work, smart worker and strike schedule
ADMINISTRATION STAFF
- Female
- Age 26 - 30
- Minimum Diploma Degree in Accounting / adminitration / tax or relevant education
- Good communication and docoumentation
- Possess minimum 3 years experience in handling administartion / accounting / tax matters
- Friendly in tax regulation or ISO in is a plus advantage
Please send your apllication letter, CV and photo to smartconsulting.12@gmail.com before October 21th, 2008 or sent your application letter + CV + Certification to :
Mr. Edward PS
General Director
Tax & Management Smart Consulting
Menara Karya Lt. 28
JL HR Rasuna Said Kav. 1-2 Blok X-5
Jakarta 12950
We offer competitive salary and benefit to the candidate. Only shortlisted candidate will be notified.
Sunday, October 5, 2008
Seminar Motivasi
"Bagaimana Bisa Bertahan Hidup dalam Keadaan Sesulit Apapun"
bersama
Tung Desem Waringin
Minggu, 2 November 2008 (12.00 - 17.00 WIB)
Auditorium Atmajaya
Sudirman, Jakarta
Informasi pendaftaran dapat diperoleh melalui:
Sofie (08170891110 / 93822875), Angel (08567803638),
Yunie (93226322), Eddy (08128857307 / 93227329)
Biaya pendaftaran Rp.200.000,- (snack+certificate) dapat dikirimkan langsung ke rekening Peduli Kusta 3, BCA Tanah Abang a.n Tan Sopiahni Redoan / Vera Christine dgn nomor rekening 654.011.3082 (Bukti pembayaran difax ke no 3917440 up. Sofie)
Cantumkan nama lengkap (untuk dicantumkan di sertifikat), no telepon dan alamat email untuk kelengkapan data peserta.
Tuesday, July 8, 2008
10 Resep Sukses Orang Jepang
Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan "agak memalukan" di Jepang,dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk "yang tidak dibutuhkan" oleh perusahaan. Di kampus, professor juga biasa pulang malam, membuat mahasiswa nggak enak pulang duluan. Fenomena Karoshi (mati karena kerja keras) mungkin hanya ada di Jepang. Sebagian besar literatur menyebutkan bahwa dengan kerja keras inilah sebenarnya kebangkitan dan kemakmuran Jepang bisa tercapai.
Malu
Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena "mengundurkan diri" bagi para pejabat (mentri,politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Bagaimana mereka secara otomatis langsung membentuk antrian dalam setiap keadaan yang membutuhkan, pembelian ticket kereta, masuk ke stadion untuk nonton sepak bola, di halte bus, bahkan untuk memakai toilet umum di stasiun-stasiun, mereka berjajar rapi menunggu giliran. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.
Hemat
Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00. Contoh lain adalah para ibu rumah tangga yang rela naik sepeda menuju toko sayur agak jauh dari rumah, hanya karena lebih murah 20 atau 30 yen. Banyak keluarga Jepang yang tidak memiliki mobil, bukan karena tidak mampu, tapi karena lebih hemat menggunakan bus dan kereta untuk bepergian. Termasuk saya dulu sempat berpikir kenapa pemanas ruangan menggunakan minyak tanah yang merepotkan masih digandrungi, padahal sudah cukup dengan AC yang ada mode dingin dan panas. Alasannya ternyata satu, minyak tanah lebih murah daripada listrik. Professor Jepang juga terbiasa naik sepeda tua ke kampus, bareng dengan mahasiswa-mahasiswanya.
Loyalitas
Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan. Kota Hofu mungkin sebuah contoh nyata. Hofu dulunya adalah kota industri yang sangat tertinggal dengan penduduk yang terlalu padat. Loyalitas penduduk untuk tetap bertahan (tidak pergi ke luar kota) dan punya komitmen bersama untuk bekerja keras siang dan malam akhirnya mengubah Hofu menjadi kota makmur dan modern. Bahkan saat ini Hofu menjadi kota industri terbaik dengan produksi kendaraan mencapai 160.000 per tahun.
Inovasi
Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah. Mobil yang dihasilkan juga relatif lebih murah, ringan, mudah dikendarai, mudah dirawat dan lebih hemat bahan bakar. Perusahaan Matsushita Electric yang dulu terkenal dengan sebutan "maneshita" (peniru) punya legenda sendiri dengan mesin pembuat rotinya. Inovasi dan ide dari seorang engineernya bernama Ikuko Tanaka yang berinisiatif untuk meniru teknik pembuatan roti dari sheef di Osaka International Hotel, menghasilkan karya mesin pembuat roti (home bakery) bermerk Matsushita yang terkenal itu.
Pantang Menyerah
Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia. Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo. Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen). Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan). Kapan-kapan saya akan kupas lebih jauh tentang ini.
Budaya Baca
Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan diblog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institut penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan. Saya biasa membeli buku literatur terjemahan bahasa Jepang karena harganya lebih murah daripada buku asli (bahasa inggris).
Kerjasama Kelompok
Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa "1 orang profesor Jepang akan kalah dengan satu orang profesor Amerika, hanya 10 orang profesor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok". Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan "rin-gi" adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam "rin-gi".
Mandiri
Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Mereka harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-temen seangkatan saya dulu di Saitama University mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka "meminjam" uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.
Jaga Tradisi
Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini. Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan. Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata "tidak" untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena "hai" belum tentu "ya" bagi orang Jepang. Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.
Thursday, June 26, 2008
Teladan Harimau
Sang harimau pun tahu bagaimana balas budi. Setiap selesai berburu, di mulutnya selalu tersisa sepotong daging untuk dibawa pulang. Walau sedikit, sang serigala selalu dapat bagian. Sang harimau paham bahwa tanpa bantuan sang kawan, ia pasti sudah mati terpanah. Sebagai balasannya, sang serigala selalu berusaha menjaga keluarga sang harimau dari gangguan hewan-hewan lain. Walaupun sebenarnya ia tak bisa berjalan dan hanya duduk teronggok di pojok gua.
Rupanya, peristiwa itu telah sampai ke telinga seorang pertapa. Ia dan beberapa muridnya ingin melihat dan mengambil pelajaran. Di pagi hari, berangkatlah mereka. Setelah seharian berjalan, sampailah mereka di mulut gua, tempat sang harimau dan serigala itu menetap. Kebetulan, sang harimau baru saja pulang dari berburu dan sedang memberikan sepotong daging kepada serigala. "Pelajaran apa yang dapat kalian lihat dari sana?" tanya pertapa ke murid-muridnya. Seorang murid menjawab, "Guru, aku melihat kekuasaan dan kebaikan Tuhan. Tuhan pasti akan memenuhi kebutuhan setiap hamba-Nya lewat berbagai cara." Sang pertapa tersenyum. Sang murid melanjutkan ucapannya, "Lihatlah serigala itu. Tanpa bersusah payah, dia bisa tetap hidup dan mendapat makanan." Ia menanti jawaban dari gurunya. "Ya, kamu tidak salah. Kamu memang memperhatikan, tapi sesungguhnya kamu buta. Walaupun mata lahirmu bisa melihat, tapi mata batinmu lumpuh. Berhentilah berharap menjadi serigala, dan mulailah berlaku seperti harimau."
Adalah benar bahwa Tuhan menciptakan ikan buat umat manusia. Adalah benar pula, Tuhan menghamparkan gandum di tanah-tanah petani. Tapi apakah Tuhan ciptakan ikan-ikan itu dalam kaleng-kaleng sardin? Atau, gandum-gandum yang hadir dalam bentuk seplastik roti manis? Saya percaya, ikan-ikan itu dihadirkan kepada kita lewat peluh dan kerja keras dari nelayan. Saya juga pun percaya, bahwa gandum-gandum terhidang di meja makan kita, lewat usaha dari para petani, dan kepandaian mereka mengolah alat panggang roti. Begitulah, acapkali memang dalam kehidupan kita, ada fragmen tentang serigala yang lumpuh dan harimau yang ingin membalas budi. Memang tak salah jika di sana kita akan dapat menyaksikan kebesaran dan kasih sayang Tuhan. Dari sana pula kita akan mendapatkan pelajaran tentang persahabatan dan kerjasama. Namun, ada satu hal kecil yang patut diingat bahwa: berbagi, menolong, membantu sudah selayaknya menjadi prioritas dalam kehidupan kita. Bukan karena hal itu suatu keterpaksaan, bukan pula karena didorong rasa kasihan dan ingin balas budi. Berbagi dan menolong, memang sepatutnya mengalir dalam darah kita. Di sana akan ditemukan nilai-nilai dan percikan cahaya Tuhan. Sebab di sana, akan terpantul bahwa kebesaran Tuhan hadir dalam tindak dan perilaku yang kita lakukan. Di dalam berbagi akan bersemayam keluhuran budi, keindahan hati dan keagungan kalbu.
Teman, jika kita bisa memilih, berhentilah berharap menjadi serigala lumpuh, dan mulailah meniru teladan harimau.
Friday, June 13, 2008
Pemeriksaan Kesehatan Gratis
maka akan diadakan operasi / bedah gratis untuk umum, pada:
Hari/Tanggal : Sabtu & Minggu, 5 & 6 Juli 2008
Waktu : Pukul 08.00 WIB s.d selesai
Tempat : Rumah Sakit Dr. Suyoto Pusrehab Dephan
Jl. RC. Veteran No. 178 Bintaro, Jakarta Selatan
untuk penyakit-penyakit di bawah ini:
- Katarak.
- Bibir sumbing.
- Tumor kecil.
- Hernia.
Pendaftaran calon pasien dapat dilakukan di bagian pendaftaran RS Dr.Suyoto. Pendaftaran sebaiknya dilakukan secepatnya dikarenakan akan ada pemeriksaan kesehatan untuk menentukan apakah layak untuk mengikuti program ini atau tidak.
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi 021 - 7342012.
Kisah Anne
Setelah bertahun-tahun berumah-tangga, akhirnya sang istri hamil sehingga pasangan tersebut sangat bahagia. Mereka menyebarkan kabar baik ini kepada famili, teman-teman dan sahabat-sahabat, dan lingkungan sekitarnya. Semua orang ikut bersukacita dengan mereka. Dokter menemukan bayi kembar dalam perutnya, seorang bayi laki-laki dan perempuan.
Setelah beberapa bulan, sesuatu yang buruk terjadi. Bayi perempuan mengalami kelainan dan ia mungkin tidak bisa hidup sampai masa kelahiran tiba. Dan kondisinya juga dapat mempengaruhi
kondisi bayi laki-laki. Jadi dokter menyarankan untuk dilakukan aborsi, demi melindungi sang ibu dan bayi laki-lakinya.
Fakta ini membuat keadaan menjadi terbalik. Baik sang suami maupun sang istri mengalami depresi. Pasangan ini bersikeras untuk tidak menggugurkan bayi perempuannya, tetapi juga kuatir terhadap kesehatan bayi laki-lakinya. "Saya bisa merasakan keberadaannya, dia sedang tidur nyenyak", kata sang ibu di sela tangisannya. Lingkungan sekitarnya memberikan dukungan moral kepada pasangan tersebut dengan mengatakan bahwa ini adalah kehendak Tuhan.
Ketika sang istri semakin mendekatkan diri dengan Tuhan, tiba-tiba dia tersadar bahwa Tuhan pasti memiliki rencanaNya di balik semua ini. Hal ini membuatnya lebih tabah. Pasangan ini berusaha keras untuk menerima fakta ini. Mereka mencari informasi di internet, pergi ke perpustakaan, bertemu dengan banyak dokter, untuk mempelajari lebih banyak tentang masalah bayi mereka. Satu hal yang mereka temukan adalah bahwa mereka tidak sendirian. Banyak pasangan lainnya yang juga mengalami situasi yang sama, dimana bayi mereka tidak dapat hidup lama. Mereka juga menemukan bahwa beberapa bayi akan mampu bertahan hidup, bila mereka mampu memperoleh donor organ dari bayi lainnya. Sebuah peluang yang sangat langka. Siapa yang mau mendonorkan organ bayinya ke orang lain ? Jauh sebelum bayi mereka lahir, pasangan ini menamakan bayinya, Jeffrey dan Anne.
Mereka terus bersujud kepada Tuhan. Pada mulanya, mereka memohon keajaiban supaya bayinya sembuh. Kemudian mereka tahu, bahwa mereka seharusnya memohon agar diberikan kekuatan untuk menghadapi apapun yang terjadi, karena mereka yakin Tuhan punya rencanaNya sendiri.
Keajaiban terjadi, dokter mengatakan bahwa Anne cukup sehat untuk dilahirkan, tetapi ia tidak akan bertahan hidup lebih dari 2 jam. Sang istri kemudian berdiskusi dengan suaminya, bahwa jika sesuatu yang buruk terjadi pada Anne, mereka akan mendonorkan organnya. Ada dua bayi yang sedang berjuang hidup dan sekarat, yang sedang menunggu donor organ bayi. Sekali lagi, pasangan ini berlinangan air mata. Mereka menangis dalam posisi sebagai orang tua, dimana mereka bahkan tidak mampu menyelamatkan Anne. Pasangan ini bertekad untuk tabah menghadapi kenyataan yg akan terjadi.
Hari kelahiran tiba. Sang istri berhasil melahirkan kedua bayinya dengan selamat. Pada momen yang sangat berharga tersebut, sang suami menggendong Anne dengan sangat hati-hati, Anne menatap ayahnya, dan tersenyum dengan manis. Senyuman Anne yang imut tak akan pernah terlupakan dalam hidupnya. Tidak ada kata-kata di dunia ini yang mampu menggambarkan perasaan pasangan tersebut pada saat itu. Mereka sangat bangga bahwa mereka sudah melakukan pilihan yang tepat (dengan tidak mengaborsi Anne ), mereka sangat bahagia melihat Anne yang begitu mungil tersenyum pada mereka, mereka sangat sedih karena kebahagiaan ini akan berakhir dalam beberapa jam saja.
Sungguh tidak ada kata-kata yang dapat mewakili perasaan pasangan tersebut. Mungkin hanya dengan air mata yang terus jatuh mengalir, air mata yang berasal dari jiwa mereka yang terluka. Baik sang kakek, nenek, maupun kerabat famili memiliki kesempatan untuk melihat Anne. Keajaiban terjadi lagi, Anne tetap bertahan hidup setelah lewat 2 jam. Memberikan kesempatan yang lebih banyak bagi keluarga tersebut untuk saling berbagi kebahagiaan. Tetapi Anne tidak mampu bertahan setelah enam jam.....
Para dokter bekerja cepat untuk melakukan prosedur pendonoran organ. Setelah beberapa minggu, dokter menghubungi pasangan tersebut bahwa donor berhasil. Dua bayi berhasil diselamatkan dari kematian. Pasangan tersebut sekarang sadar akan kehendak Tuhan. Walaupun Anne hanya hidup selama 6 jam, tetapi dia berhasil menyelamatkan dua nyawa. Bagi pasangan tersebut, Anne adalah pahlawan mereka, dan sang Anne yang mungil akan hidup dalam hati mereka selamanya...
Ada beberapa poin penting yang dapat kita pelajari, yaitu :
- Sesungguhnya, tidaklah penting berapa lama kita hidup, satu hari ataupun bahkan seratus tahun. Hal yang benar-benar penting adalah apa yang kita telah lakukan selama hidup kita, yang bermanfaat bagi orang lain.
- Ibu Anne mengatakan "Hal terpenting bagi orang tua bukanlah mengenai bagaimana karier anaknya di masa mendatang, dimana mereka tinggal, maupun berapa banyak uang yang mampu mereka hasilkan. Tetapi hal terpenting bagi kita sebagai orang tua adalah untuk memastikan bahwa anak-anak kita melakukan hal-hal terpuji selama hidupnya, sehingga ketika kematian menjemput mereka, mereka akan menuju surga".
Saturday, May 17, 2008
Job Vacancy : Nokia OSS Engineer
Location:
- Iran.
- Europe (candidates preferred who are legally compliant in European Union).
- Manage OSS (primarily Nokia NetAct) platform in Operations Centre.
- Develop and implement processes to manage OSS platform.
- Plan & Integration Network element to OSS.
- Ensure of the system in functionality PM,CM and FM.
- Nokia NetAct Administration.
- Nokia NetAct user management.
- Experience in different databases and UNIX platforms use in Nokia NetAct.
- Coordination with the solution engineer /manager to understand the solution to be offered and customer needs.
- Planning the IP scheme.
- Preparing the configuration files to be used during the installation.
- Coordinating with Nokia Installation team for installation and initial system start-up and configuration.
- Coordinating and updating project manager with current status of the deployment.
- Installation of the OSS software.
- Configuration of MC service guard for high availability.
- Installation & configuration of DNS.
- Installation of all required OSS change deliveries.
- Installation and configuration of Windows Application Server (WAS).
- Installation and configuration of Meta frame server.
- Installation and configuration of other third party software (e. g platypus,WLS etc).
- Installation and configuration of RAC and Reporter software.
- Configuration of DCN (Cisco switches and routers).
- Coordination with BSS,NSS,GPRS and other engineers for integration of respective products with OSS.
- Integration of DCN with Network elements, OSS servers.
- Installation of Omni backup server and auto loader hardware.
- Configuration of Omni backup software to perform automatic backups.
- Taking the full system backup once the system is up and running.
- Installing and configuration of End user seats.
- Troubleshooting and fault rectification in the OSS system.
- Documentation according to project procedures.
- Site Inventories.
Friday, May 2, 2008
Bedah Gratis
Sehubungan dengan HUT ke-40 Pusat Rehabilitasi Departemen Pertahanan, maka akan diadakan operasi/bedah gratis untuk umum pada :
hari Sabtu & Minggu (5 & 6 Juli 2008)
pukul 08.00 WIB s.d selesai
bertempat di
RS Dr. Suyoto Pusrehab Dephan
Jl. RC Veteran No. 178 Bintaro, Jakarta Selatan
Penyakit-penyakit yang ditangani adalah katarak, bibir sumbing, tumor kecil, dan hernia.
Pendaftaran calon pasien dapat dilakukan di bagian pendaftaran RS Dr. Suyoto. Pendaftaran sebaiknya dilakukan secepatnya (akhir Mei 2008) karena akan diadakan pemeriksaan kesehatan untuk menentukan layak atau tidaknya calon pasien tersebut dalam mengikuti program ini.
Untuk info selengkapnya, hubungi 021-7342012
Monday, April 14, 2008
Belajar Dari Keledai
Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian. Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena si keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya.
Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu.
Sementara mereka terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga menguncangkan badannya dan melangkah naik. Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur dan melarikan diri !
Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepadamu, segala macam tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari 'sumur' (kesedihan, masalah, dsb) adalah dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran, dan hati kita) dan melangkah naik dari 'sumur' dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan.
Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah. Kita dapat keluar dari 'sumur' yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah !
Rasa dan Masa
Rasa, tidak seharusnya diajari
Rasa, tidak seharusnya dibatasi
Rasa, tidak seharusnya dipagari
Masa, tidak jelas dimulainya
Masa, tidak jelas dinikmatinya
Masa, tidak jelas diakhirinya
Tetapi keduanya ada
Rasa dan masa
Saling bertautan
Ketika rasa itu tumbuh, pada masa yang salah.
Ketika rasa itu harus luruh, pada saat rasa menabur benih yang paling jujur
Namun ketika masa mengakhiri semuanya,
Sungguh beruntung rasa telah diajari, dibatasi, dan dipagari.
Puisi Yukako tanggal 12 September 2002, jam 11.50 malam
(Novel Mahadewa Mahadewi karya Nova Riyanti Yusuf, hal.68)
Saturday, March 29, 2008
Keranjang Yang Kotor
Suatu hari sang cucu nya bertanya, " Kakek! Aku mencoba untuk membaca Alkitab seperti yang kakek lakukan tetapi aku tidak memahaminya, dan apa yang aku pahami aku lupakan secepat aku menutup buku. Apa sih kebaikan dari membaca Alkitab?" Dengan tenang sang Kakek dengan mengambil keranjang tempat arang, memutar sambil melobangi keranjang nya ia menjawab, "Bawa keranjang ini ke sungai dan bawa kemari lagi penuhi dengan air."
Maka sang cucu melakukan seperti yang diperintahkan kakek, tetapi semua air habis menetes sebelum tiba di depan rumahnya. Kakek tertawa dan berkata, "Lain kali kamu harus melakukukannya lebih cepat lagi,"
Maka ia menyuruh cucunya kembali ke sungai dengan keranjang tsb untuk dicoba lagi. Sang cucu berlari lebih cepat, tetapi tetap, lagi2 keranjangnya kosong sebelum ia tiba di depan rumah. Dengan terengah-engah, ia berkata kepada kakek nya bahwa mustahil membawa air dari sungai dengan keranjang yang sudah dibolongi, maka sang cucu mengambil ember sebagai gantinya.
Sang kakek berkata, " Aku tidak mau ember itu; aku hanya mau keranjang arang itu. Ayolah, usaha kamu kurang cukup," maka sang kakek pergi ke luar pintu untuk mengamati usaha cucu laki-lakinya itu.
Cucu nya yakin sekali bahwa hal itu mustahil, tetapi ia tetap ingin menunjukkan kepada kakeknya, biar sekalipun ia berlari secepat-cepatnya, air tetap akan bocor keluar sebelum ia sampai ke rumah. Sekali lagi sang cucu mengambil air ke dalam sungai dan berlari sekuat tenaga menghampiri kakek, tetapi ketika ia sampai didepan kakek keranjang sudah kosong lagi.
Sambil terengah-engah ia berkata, " Lihat Kek, percuma!". "Jadi kamu pikir percuma?" Jawab kakek. Kakek berkata, " Lihatlah keranjangnya. "
Sang cucu menurut, melihat ke dalam keranjangnya dan untuk pertama kalinya menyadari bahwa keranjang itu sekarang berbeda. Keranjang itu telah berubah dari keranjang arang yang tua kotor dan kini BERSIH LUAR DAN DALAM.
"Cucuku, hal itulah yang terjadi ketika kamu MEMBACA ALKITAB. Kamu TIDAK BISA MEMAHAMI atau INGAT segalanya, tetapi KETIKA kamu MEMBACANYA LAGI, kamu AKAN BERUBAH, luar dalam. Itu adalah KARUNIA dari ALLAH di dalam hidup kita."